Heritage
Lawang Sewu
22,134 dilihat
0 favorit
Rp 20,000
Alamat
Jalan Pemuda, Semarang
Telepon
081215168808
Virtual Tour
Tentang Tempat Ini
Gedung ikonik dengan seribu pintu dan jendela, saksi bisu sejarah kolonial.
Lawang Sewu adalah gedung bersejarah yang terletak di Semarang. Dibangun pada tahun 1927 oleh perusahaan kereta api Belanda (NIS). Nama "Lawang Sewu" berarti "seribu pintu" dalam bahasa Jawa.
Gedung Lawang Sewu dibangun secara bertahap di atas lahan seluas 18.232 m2. Bangunan utama dimulai pada 27 Februari 1904 dan selesai pada Juli 1907. Sedangkan bangunan tambahan dibangun sekitar tahun 1916 dan selesai tahun 1918.
Bangunannya dirancang oleh Prof. Jakob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag, arsitek dari Amsterdam dengan ciri dominan berupa elemen lengkung dan sederhana. Bangunan di desain menyerupai huruf L serta memiliki jumlah jendela dan pintu yang banyak sebagai sistem sirkulasi udara. Karena jumlah pintunya yang banyak maka masyarakat menamainya dengan Lawang Sewu yang berarti seribu pintu.
Selain desain bangunanya yang unik, Lawang Sewu memiliki ornamen kaca patri pabrikan Johannes Lourens Schouten. Kaca patri tersebut bercerita tentang kemakmuran dan keindahan Jawa, kekuasaan Belanda atas Semarang dan Batavia, kota maritim serta kejayaan kereta api. Ragam hias lainnya pada Lawang Sewu antara lain ornamen tembikar pada bidang lengkung di atas balkon, kubah kecil di puncak menara air yang dilapisi tembaga, dan puncak menara dengan hiasan perunggu.
Lawang Sewu terdiri dari beberapa bangunan gedung dalam 1 kawasan.
Gedung A saat ini difungsikan menjadi museum seru yang mengajak kamu mengenal sejarah panjang perkeretaapian nasional dengan cara yang asik dan mudah dipahami.
Gedung B merupakan bukti kejeniusan arsitek Belanda dalam mengatasi iklim panas melalui sistem pendingin alami berupa ruang bawah tanah. Teknologi ini membuat gedung tetap terasa sejuk tanpa listrikβ sebuah konsep bangunan ramah lingkungan yang benar-benar mendahului zamannya!
Gedung C yaitu Ruang Informasi Pemugaran, disini pengunjung diajak melihat bukti nyata melalui dokumentasi foto dan artefak material.
Gedung D menunjukkan sisi lain dari desain Belanda yang lebih sederhana dan kokoh. Tanpa ornamen yang berlebihan, gedung ini dirancang untuk keamanan dan ketahanan material, menjadikannya contoh bangunan pendukung (service building) yang sangat efektif pada zamannya.