Natural
Curug Lawe
6 dilihat
0 favorit
Gratis
Alamat
Desa Kalisidi Ungaran Barat
Tentang Tempat Ini
Kepingan Surga Tersembunyi di Lereng Gunung Ungaran
Jika Anda merasa jenuh dengan hiruk-pikuk perkotaan dan cuaca panas Semarang, menepi sejenak ke lereng Gunung Ungaran adalah pilihan yang paling sempurna. Di sana, tersembunyi sebuah mahakarya alam yang menakjubkan bernama Curug Lawe. Berlokasi di kawasan perkebunan cengkeh PT Cengkeh Zanzibar, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, air terjun ini menawarkan eskapisme alam yang menyegarkan jiwa dan raga.
Berada dalam satu kawasan dengan Curug Benowo, pesona Curug Lawe kerap menjadi primadona bagi para pencinta trekking dan fotografi alam. Udara pegunungan yang sejuk, gemericik air yang jernih, dan rimbunnya hutan tropis menjadikannya salah satu destinasi wisata alam terbaik di sekitar Semarang.
Makna di Balik Nama "Lawe"
Nama "Lawe" berasal dari bahasa Jawa yang memiliki dua versi cerita menarik. Pertama, aliran air terjun ini terlihat sangat halus dan bersih menyerupai untaian benang putih (benang lawe). Versi kedua menyebutkan bahwa dahulu terdapat 25 titik air terjun di sekitar kawasan ini, di mana dalam bahasa Jawa, angka 25 disebut selawe.
Daya Tarik dan Petualangan Menuju Curug Lawe
Perjalanan menuju Curug Lawe bukanlah sekadar wisata biasa, melainkan sebuah petualangan alam yang sangat berkesan. Berikut adalah hal-hal menarik yang akan Anda temui:
Trekking Menyusuri Perkebunan Cengkeh: Dari pos pendaftaran, Anda harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 2 kilometer. Jalur trekking ini sangat teduh dan asri, membelah perkebunan cengkeh dan hutan lindung yang dipenuhi kicauan burung.
Jembatan Romantis (Lutung Kasarung): Di tengah perjalanan, Anda akan melintasi jembatan kayu bercat merah yang melintang di atas saluran irigasi peninggalan Belanda. Jembatan yang populer disebut Jembatan Romantis ini adalah spot foto ikonik yang wajib diabadikan.
Formasi Air Terjun Melingkar: Keunikan utama Curug Lawe adalah formasi tebing batunya yang melingkar menyerupai tapal kuda atau separuh mangkuk raksasa. Anda akan merasa seolah dikepung oleh derasnya tirai air yang jatuh dari ketinggian sekitar 30 meter.
Habitat Lutung Hitam: Jika beruntung, saat menyusuri jalur setapak, Anda bisa melihat kawanan lutung hitam (Trachypithecus auratus) yang bergelantungan bebas di dahan-dahan pohon raksasa.
Persiapan Sebelum Berkunjung
Mengingat jalurnya yang cukup panjang dan licin (terutama di musim hujan), pastikan Anda mengenakan alas kaki yang nyaman untuk outdoor, membawa air minum yang cukup, dan menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan di area hutan.